Sma Negeri 1 Tejakula Laksanakan Pengimbasan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dan Berbagi Praktik Baik

2026-09-08 18:49:20 | SMAN 1 TEJAKULA
33 -

Tejakula, 8 September 2026 — SMA Negeri 1 Tejakula melaksanakan kegiatan Pengimbasan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) dan Berbagi Praktik Baik yang bertempat di Ruang Guru SMA Negeri 1 Tejakula. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan budaya mutu sekaligus ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antar-satuan pendidikan.

Kegiatan dihadiri oleh perwakilan sekolah imbas, yaitu SMAN 2 Gerokgak, SMAN 1 Seririt, SMA Lab Undiksha, SMA Muhammadiyah Singaraja, SMAN 2 Tejakula, SMAN 1 Kubu, dan SMA Taruna Mandara, serta turut dihadiri oleh BPMP Provinsi Bali dan Pengawas Sekolah.

Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMA Negeri 1 Tejakula yang menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan serta mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang berbagi praktik baik dalam pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Dalam arahannya, perwakilan BPMP Provinsi Bali, Ibu Nuadi, menyampaikan pentingnya pelaksanaan pendampingan SPMI serta penguatan penjaminan mutu melalui tahapan yang terencana. Disampaikan pula bahwa SMA Negeri 1 Tejakula berada dalam proses pendampingan selama tiga tahun dan pada tahun 2026 memasuki tahun kedua. Pelaksanaan kegiatan telah diawali dengan proses penetapan mutu, implementasi, dan berbagi praktik baik.

Pengawas Pendamping SMA Negeri 1 Tejakula juga menekankan bahwa penjaminan mutu hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan melengkapi dokumen, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata dalam pelaksanaan program dan proses pembelajaran di sekolah.

Mengkaji Standar Nasional Pendidikan

Pada Sesi I, peserta mendapatkan penguatan mengenai Standar Nasional Pendidikan (SNP). Peserta dibagi menjadi tujuh kelompok untuk mengkaji regulasi dan poin-poin penting dari masing-masing standar, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya.

Berbagai sekolah berbagi pengalaman dan praktik baik sesuai standar yang dikaji. SMAN 2 Gerokgak membahas Standar PTK, khususnya fungsi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta pentingnya kompetensi nyata dalam menjalankan tugas.

SMAN 1 Seririt membahas Standar Pengelolaan, termasuk pengalaman dalam pengelolaan sekolah dengan kondisi jumlah siswa yang tinggi. Diskusi juga menyoroti kebutuhan dan kompetensi tenaga kependidikan serta regulasi yang menjadi rujukannya.

Sementara itu, SMAN 2 Tejakula membahas Standar Isi dan Standar Proses. Pembahasan Standar Proses mencakup tiga komponen utama, yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Ditekankan bahwa kualitas dokumen perencanaan perlu sejalan dengan praktik nyata pembelajaran di kelas.

SMA Muhammadiyah Singaraja memaparkan Standar Penilaian, termasuk keterkaitan penilaian formatif dan sumatif serta pemanfaatan hasil penilaian untuk membantu murid yang belum mencapai KKTP.

Pada Standar Sarana dan Prasarana, SMAN 1 Kubu berbagi mengenai pengelolaan sarana dan prasarana sekolah, termasuk perencanaan, pengadaan, inventarisasi, fasilitas pendukung pembelajaran, hingga pemanfaatan fasilitas teknologi dan keamanan sekolah.

SMA Lab Undiksha membahas Standar Pembiayaan, mulai dari perencanaan berbasis identifikasi masalah dan Rapor Pendidikan, pelaksanaan, pemantauan RKAS, hingga pelaporan dan transparansi pembiayaan.

Adapun SMA Taruna Mandara memaparkan Standar Kompetensi Lulusan dengan menekankan penguatan delapan dimensi profil lulusan, budaya berprestasi, kegiatan ekstrakurikuler, serta berbagai program unggulan yang mendukung kesiapan murid untuk hidup bermasyarakat dan mandiri.

Penguatan SPMP dan Pemanfaatan Rapor Pendidikan

Pada Sesi II, peserta mendapatkan materi mengenai Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP). Pembahasan menekankan pentingnya komitmen terhadap peningkatan mutu, capaian hasil belajar, serta pemahaman terhadap regulasi penjaminan mutu pendidikan.

Peserta juga mendapatkan penguatan mengenai konsep Penjaminan Mutu Pendidikan, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) serta peran berbagai unsur sekolah dalam pelaksanaannya, termasuk kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan TPMPS.

Selanjutnya, Sesi III berfokus pada Rapor Pendidikan dan pemanfaatannya sebagai dasar perencanaan berbasis data. Pembahasan mencakup evaluasi sistem pendidikan yang meliputi literasi, numerasi, karakter murid, dan lingkungan belajar.

Selain Rapor Pendidikan, perencanaan juga perlu mempertimbangkan data refleksi pendidikan, data kinerja pendidik, hasil supervisi, serta umpan balik dari murid dan orang tua. Dengan demikian, sekolah memiliki gambaran yang lebih utuh dalam menentukan masalah, menetapkan prioritas, dan merancang tindak lanjut.

Berbagi Praktik Baik SPMI SMA Negeri 1 Tejakula

Pada Sesi IV, SMA Negeri 1 Tejakula memaparkan praktik baik pelaksanaan SPMI yang dilaksanakan melalui enam tahapan, yaitu menetapkan, memetakan, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengendalikan.

Pada tahap pemetaan, sekolah menggunakan pendekatan analisis SOAR, analisis SWOT, serta analisis karakteristik satuan pendidikan. Hasil pemetaan kemudian menjadi dasar dalam penyusunan RKT dan RKAS.

Dalam pelaksanaan program, SMA Negeri 1 Tejakula menerapkan siklus PDCA (Plan–Do–Check–Act) melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, checklist, dan tindak lanjut. Evaluasi dilakukan terhadap berbagai komponen, termasuk metode pembelajaran, dukungan psikologis, dan tindak lanjut program.

Tahap pengendalian dilakukan melalui berbagai sistem dan perangkat yang digunakan sekolah, di antaranya SSO, SIKEDO, SIMPEG, dan Kantor Virtual.

Berbagi Praktik Baik Pengelolaan SOP dan MPLS

Selain praktik baik SPMI, SMA Negeri 1 Tejakula juga membagikan pengalaman dalam penyusunan dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP). Materi yang dibagikan mencakup identitas atau judul SOP, dasar hukum atau acuan, kualifikasi pelaksana, alur atau prosedur, serta pencatatan dan pendataan.

Praktik baik juga dibagikan melalui pemaparan mengenai proses MPLS, mulai dari penyusunan SK, sosialisasi kepada orang tua dan calon murid, pembekalan tim MPLS, penyusunan program, pelaksanaan materi wajib dan tambahan, pengawasan, hingga refleksi dan evaluasi.

Dalam sesi tanya jawab, peserta dari sekolah imbas turut menyampaikan pertanyaan dan pengalaman terkait indikator keberhasilan MPLS serta penetapan angka ketercapaian dalam SPMI. Diskusi menegaskan pentingnya menjadikan evaluasi dan Rapor Pendidikan sebagai titik awal dalam menetapkan target dan tindak lanjut peningkatan mutu.

Penutupan dan Refleksi

Kegiatan ditutup dengan penyampaian refleksi dari BPMP Provinsi Bali yang menekankan bahwa mutu sekolah tidak hanya ditentukan oleh sumber daya manusia dan dukungan finansial, tetapi juga oleh keberanian satuan pendidikan untuk melakukan refleksi terhadap kondisi dan proses yang telah dilaksanakan.

Kegiatan Pengimbasan SPMP dan Berbagi Praktik Baik di SMA Negeri 1 Tejakula diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar-satuan pendidikan, memperluas praktik baik, serta mendorong setiap sekolah untuk terus melakukan refleksi dan perbaikan secara berkelanjutan dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta sebagai penutup rangkaian pengimbasan dan berbagi praktik baik.

SMA Negeri 1 Tejakula
Cerdas, Berkarakter, Berjiwa Pancasila.
Maju Bersama Hebat Semua.


Bagikan
Apa reaksi Anda?

Komentar

1000 karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini